Rabu, 18 Maret 2009

Counter Pengunjung untuk blogku

Ketika pembuatan awal blog agungpm ini, saya tidak berpikir untuk mengetahui seberapa banyak sih sebenarnya blog saya dikunjungi setiap harinya. Blog saya lebih seperti “curahan hati” seorang agungpm terhadap hal yang terjadi disekelilingnya. Pada suatu saat ternyata blog ini mendapat response yang begitu banyak akibat tulisan yang “agak menantang” pada salah satu artikel blog.

Lama-lama saya ingin tahu juga sebenarnya berapa sih pengunjung blog saya. Setelah ngalor ngidul search di Google akhirnya ketemu deh salah satu caranya buat Counter Statistik. Counter yang saya pakai adalah statCounter dan ternyata mudah kok memakainya. Anda tinggal mendaftar dan statCounter akan memberi petunjuk penggunaan. Hasil pemasangan pada hari pertama bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Ternyata pengunjung saya cukup lumayan, 33 pengunjung unik. Maklum namanya juga bukan master blogger jadi dikunjungi 33 orang sehari sudah cukup seneng kok. Ke depan moga-moga makin banyak aja yang mengujungi blog ini hanya untuk “mendengarkan ide-ide” saya yang terlalu sederhana atau “senyum sendiri” membaca artikel-artikel saya.

Selasa, 17 Maret 2009

Sebuah identitas palsu

Pasca mulainya "Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009" yang diikuti juga kampanye untuk memperingatkan penipuan pada bisnis online, jagad blogger sudah mulai memanas. Para blogger bahu membahu berjuang keras untuk menekan penipuan lewat internet.

Sayangnya bagi mereka yang merasa "kepanasan" oleh suhu yang semakin meningkat melakukan segala cara untuk melawan balik yang salah satunya adalah menggunakan identitas palsu dengan memakai nama para blogger terkenal untuk menyudutkan orang yang ditarget. Coba anda cek website penggugat yang klo ngak salah dibuat oleh seseorang bernama muallim. Blog ini mencoba menggugat Bang Zalukhu dengan kampanyenya melawan penipuan internet.

Salah satu korban pemalsuan identitas ini adalah sapimoto dimana namanya digunakan untuk "menyerang" pihak lain. Sunguh benar-benar keterlaluan, lawong mau mau mengkritik orang kok pake identitas palsu. Bukannya identitas palsu itu dipakai untuk menipu ya ?

dasar sapimoto palsu. bertobatlah selagi masih ada kesempatan.


Senin, 16 Maret 2009

Boikot produk yahudi ?

Bangsa Yahudi. Bangsa yang kalian kenal begitu kejamnya membunuh ribuan rakyat palestina. Bangsa menancapkan tali-tali kendalinya dengan kuat di negara Amerika. Dari dulu hingga sekarang bangsa Yahudi selalu membuat kekacauan. Bangsa Yahudi pun memiliki bisnis. Begitu banyak produk-produk yang mereka jual dipasaran. Dimana-mana ada produk Yahudi. Dengen kekejaman yang seperti itu apakah wajib bagi kita memboikot produk mereka ?.

Saya sendiri tidak pernah memboikot produk Yahudi. Saya pergi ke Pizza Hut cuma sekali saja itupun karena ditraktir teman kantor. Begitu balik dari sana kepalaku langsung pusing setelah memakan pizza yang isinya campur-campur. Ayam di KFC pun tidak lebih baik dari ayam bakar di warung-warung dengan harga 10 ribu saja di Yogyakarta saya jamin anda pasti kenyang. Dalam 6 tahun ini jumlah jari saya masih cukup kalau cuma digunakan untuk menghitung berapa kali saya kesana (hanya sekali saja saya makan di KFC dengan uang saya sendiri). McBurger ? seumur hidup saya blom pernah kesana. fanta ?. kata guru saya sih kamu beli fanta sama dengan kamu beli sampah. Cuma minuman yang isinya karbon doang enak di rasa setelah itu keluar lagi nggak ada gizinya mending beli jus jeruk atau alpukat. Produk yahudi termahal yang pernah saya beli adalah laptop yang saya pakai nulis blog sekarang ini.

Coba anda bayangkan, anda malam-malam lapar sekali. Ternyata jam segitu yang buka cuma McD. Masak kita harus nunggu hingga besok kalau ada warung yang buka. Kalau saya sih kalau kayak gitu ya beli di McD klo nggak ada apa-apa ya males lah beli disana dan mahal dan banyak yang lebih baik dan murah. so, tidak perlu deh boikot produk bangsa Yahudi, cuma kalau ada pilihan lain yang mungkin selalu jadikan produk Yahudi pilihan terakhir anda.


Cara Mudah Mendapatkan Uang Dari Internet

Cara Mudah Mendapatkan Uang Dari Internet ?

Suatu kalimat yang mengiurkan sekali. Kalimat-kalimat seperti ini sepertinya banyak digunakan sebagai "umpan" untuk memancing para newbie yang baru melek internet. Cobalah simak blog-blog para senior kita ini :

Mas Zalukhu memberi judul : Cara Gampang Mendapatkan Uang Dari Internet

tidak mau kalah (^__^) hakimtea juga menuliskan judul Kampanye Cara Gampang Cari Duit di Internet di dalam blognya.bagi para newbie internet artikel tersebut akan sangat berguna agar tidak terjebak dalam penipuan para SCAMMER.

silakan dibaca dengan seksama.

Rahasia Blogging Menghasilkan Ribuan Pengunjung per Hari ?

Tadi waktu browsing-browsing dapat artikel menarik dari bang Zalukhu yang menulis artikel tentang mendapatkan Rahasia Blogging yang menghasilkan ribuan pengunjung. Penasaran kan ? silakan saja kunjungi websitenya di sini

Sabtu, 14 Maret 2009

Bisnis Lebih dari Sekadar Untung

Siapa sih yang nggak pengin dapat untung banyak dan menikmati berbagai macam fasilitas menawan dari usahanya? Tentu semua pengin dong! Bahkan orang yang belum punya usaha sekalipun tetep pengin dapat untung. Tapi, apakah usaha itu cuma biar dapat untung? Jika hanya untung dan untung yang pengin kamu raih saat membuka usaha maka usaha kamu itu akan terasa hambar.

“Boro-boro” seneng, kalo cuma mikir untung hidup ini jadi tersiksa plus gampang stres. Percaya dech! Ngomong-ngomong tentang untung, pengusaha muda kali ini akan berbagi pengalaman dengan kamu tentang arti keuntungan yang sebenarnya. Namanya Mas Muhammad Rodhi atau akrab disapa Mas Rodhi. Dia ini salah satu pengusaha eksportir furnitur dari Klaten lho. Produk-produk miliknya telah dinikmati orang-orang Amerika dan Autralia. Setiap bulan, ia mengirim 1 hingga 2 kontener furniter ke dua negara tersebut. Hebat nggak?

Dari Sopir Jadi Pengusaha
Cerita perjalanan pengusaha “lajang” satu ini berawal ketika ia duduk di tiga bangku kuliah. Lho kok bisa tiga? Iya dong. Mas Rodi kuliah di jurusan Sastra Jawa UGM, Hukum UGM, dan Akuntansi AA YKPN. Sayang hanya ijazah sarjana Akuntansi AA YKPN yang berhasil ia rebut, yang lain gagal. Baginya, kuliah itu lebih untuk mencari relasi dan pengalaman aja kok. Makanya, ia bener-bener manfaatin masa kuliah untuk cari temen sebanyaknya meskipun nggak lulus secara akademik. “Dalam dunia kerja itu, ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah itu cuma 25 % yang digunakan. Lima puluh persen yang lain adalah relasi dan 25 %-nya kerja keras. Makanya, aku berusaha banyak temen.” Ungkap Mas Rodhi.

Tapi prinsip ini tidak selamanya mulus. Setelah lulus kuliah, Mas Rodhi malah jadi sopir kayu dan meubel. Nggak nyambung dong dengan jurusannya? Ya begitulah kenyataan yang harus dialami Mas Rodhi selama 2 tahun setelah kelulusannya. Bahkan ia sering defisit karena telat menerima gaji. Ia berkata, “Wah, jadi sopir kala itu sering nggak enak kok. Kadang kita dah semangat banget kerja dan kerjaan selesai, eh ternyata diutang dua minggu.” Tapi pekerjaan itu tetap dijalankan karena bukan hanya uang yang ia inginkan melainkan ilmu, pengalaman, dan relasi yang diharapkan.

Kesulitan demi kesulitan itu akhirnya membuat Mas Rodhi menggagas usaha bersama salah satu kerabatnya. Ya, usaha furniture tepatnya. Di samping karena di daerahnya terkenal furniture berkualitas, ia telah banyak mendapatkan pelajaran berharga saat menjadi sopir furniture dan kayu. Dan yang paling penting, ia sudah memiliki banyak relasi. Berawal dari itu, maka ia kumpulkan modal dan mengumpukan tenaga baru untuk membuka usaha. Maka tepat pada bulan Februari 2008 lahirlah pengusaha furniture baru dengan penjualan awal 1 kontener ke Amerika

Gaji Mepet dan Diusilin
Meskipun telah menjadi eksportir furniture, bukan berarti Mas Rodhi mendapatkan gaji bulanan yang paling banyak. Hingga satu tahun perjalanan usahanya, gajinya masih bersaing dengan pegawainya yang masih berkisar 1 juta rupiah. Kenapa begitu? Ya, memang Mas Rodhi nggak mau meraup banyak untung sementara pekerjanya menderita. Baginya, memberikan lapangan kerja bagi orang lain itu lebih mahal daripada keuntungan materi yang berlipat. Bahkan, sering ia harus nombok gara-gara nutup biaya gaji karyawannya yang mencapai 20 orang. “Aku dulu merasakan cari kerja itu susah sekali. Sekarang bisa memberikan pekerjaan pada orang lain itu senang sekali. Meskipun gaji bulanan yang saya terima sama dengan pegawai saya.” curhat Mas Rodhi kepada Elfata.

Parahnya lagi, untung mepet masih ditambah dengan sikap beberapa pihak yang suka usil. Ada pihak yang seharusnya memberikan pengamanan malah minta jatah komisi. Lembaga yang seharusnya menjamin kelangsungan usaha malah minta jatah bulanan. Dan yang bikin sebel, pihak pengiriman barang yang suka menentukan kebijakan semaunya sendiri. Mas Rodhi berkata, “Kadang ada pihak yang malah minta jatah sampe 50 ribu padahal mereka sudah digaji pemerintah. Dan yang bikin kesel itu adalah perusahaan jasa pengiriman barang. Mereka suka menentukan kebijakan semaunya. Kalo kita terlambat beberapa jam saja kita di denda sampai jutaan rupiah, tapi kalo mereka yang terlambat mereka nggak mau ganti rugi, maaf pun nggak minta. Kerjasama dengan perusahaan Norwegia juga batal gara-gara mereka masang tarif pengiriman terlalu tinggi.”

Tentu masih banyak hal menyakitkan yang dialami Mas Rodhi saat menjalankan usahanya. Jika usaha itu cuma diukur dari keuntungan materi maka usaha semacam ini akan cepat ditutup. Tapi karena ada nilai lebih mahal dari keuntungan materi yang diperoleh maka usaha Mas Rodhi tetap dijalankan. Dalam benaknya terbesit, bagaimana jika karyawannya yang kini telah mencapai 60 orang itu menganggur tanpa penghasil? Tentu mereka akan mengalami kesulitan hebat. (adin) [sumber asli : http://majalah-elfata.com/index.php?option=com_content&task=view&id=329&Itemid=87 ]

Swasembada beras dan kesejahteraan petani

Pernah dengan semboyan “Kita Swasembada Beras, Kesejahteraan Petani Meningkat” ?. Sebagai seorang anak petani saya ingin angkat bicara dalam hal ini. Semboyan tersebut bisa jadi salah dan bisa jadi benar karena pada kenyataannya swasembada beras tidak mesti berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.
Suatu Negara dikatakan swasembada beras jika 90% kebutuhan beras terpenuhi sepeti yang dikatakan oleh Mentan Kita Anton Apriyantono. Sebenarnya swasembada beras ini sudah dicapai pada tahun 2004 pada masa kepemimpinan Megawati (saya tidak kampanye lho) dan produksi beras negeri kita meningkat pada tahun 2005 dan 2006 sehingga bisa memenuhi pasokan hingga 99%.

Lho kok katanya gonta-ganti menteri baru kali ini kita swasembada beras ?. Kalau ini sih mungkin maksudnya adalah pengakuan dunia bahwa Indonesia sudah swasem
bada beras karena memang Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Anton Apriyantono, tampil sebagai pembicara panel bersama Komisioner Pertanian dan Pengembangan Wilayah, Uni Eropa, Mariann Fisher Boel, Menteri Pertanian Cina, Chen Xiao Hua, Menteri Pangan, Pertanian dan Perlindungan Konsumen, Jerman, Ilse Aigner, dan Menteri Pertanian Rusia, Alexej W. Gordejev pada 2nd International Conference of Agriculture Ministers di Arena Pameran dan Forum Internasional Gruene Woche (Green Week) di Berlin, tanggal 17 Januari 2009.

Kembali ke topic. Apa hubungannya kesejahteraan petani dengan swaembada beras ?.
Swasembada beras bisa dicapai dengan dua cara : yaitu peningkatan jumlah lahan pertanian dan peningkatan hasil pro
duksi dari lahan yang sama dengan biaya yang sama atau mungkin lebih akan tetapi hasil yang dihasilkan melebihi dari sebelumnya.
Jadi masalahnya sekarang swasembada pangan dicapai dengan cara apa. Kalau menggunakan cara yang kedua maka swasembada pangan juga akan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ayah saya adalah potret salah seorang petani meskipun tidak menggambarkan keseluruhan bagaimana keadaan petani di negeri ini. Ayah saya masih beruntung. Sawah hampir setengah hektar saya sewa selama satu tahun dengan uang dari saya (3 juta) dan biaya mulai dari bibit sampai panen saya yang tanggung (menurut kalkulasi saya hampir 5 jutaan) dan begitu panen hasilnya hanya laku total 6.5 juta. Jadi keuntungan bersih ayah saya 6.5 – 5 – 0.75 (1/4 tahun) = 750 ribu dibagi 3 bulan waktu diperlukan untuk bibit hingga panen penghasilan ayah saya 250 ribu per bulan.

Kenapa biaya begitu membengkak. Masalah utama yang terkendala adalah pupuk. Saya selalu dibingungkan dengan pupuk yang langka. Subsidi dari pemerintah memang ada akan tetapi sepertinya entah mungkin ada kecurangan dalam distribusinya sehingga sampai kebawah tetap saja langka hingga akhirnya sebagian saya harus beli pupuk dari luar dengan harga jauh lebih mahal yang ternyata kualitasnya tidak sebagus subsidi pemerintah (saya cek di sawah ayah saya).

Alhamdulillah lurah di desa kami sigap menangani masalah distribusi pupuk ini dan beliau sendiri yang mengatur pembagian pupuk ini dari mengusahakan supply hingga ke petani untuk masa berikutnya (awal maret ini). Moga dengan adanya sistem ini pengeluaran untuk biaya pupuk bisa ditekan dan penghasilan ayah saya meningkat.
Semoga pemerintah kita di masa yang akan datang bisa lebih baik lagi dalam usaha distribusi pupuk maupun usaha-usaha alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani.