Sabtu, 14 Maret 2009

Rokok dan penduduk miskin

Hari itu aku memutuskan pulang ke kampung halaman. Lumayanlah lebih 2 hari lebih karena selasa paginya harus siap siaga menghadapi audit penerapan sistem informasi di universitas negeri ternama di Yogyakarta .

Seperti biasa, aku pulang naik bis. Dari kost naik bis kota ke terminal. Ketidaknyamanan sudah mulai terasa dengan munculnya asap rokok dari penumpang, maklum dadaku ini rasanya sesak klo deket-deket sama orang merokok. Untung saja sang sopir tidak menunjukkan tanda-tanda akan merokok.

Sampai di terminal bus, orang-orang yang merokok lebih banyak saya jumpai yang mayoritas adalah sopir bus, pedagang, dan juga para pengamen. Padahal tahu sendiri lah MUI sudah memberikan fatwa dilarang merokok tapi sepertinya tidak berpengaruh banyak. “Ya, Allah sadarkanlah saudara-saudara ku agar mereka mau mendengarkan ulama mereka, dan jika mereka membantah ulama mereka maka jadikanlah mereka orang yang membantah dengan menggunakan dalil dari-Mu bukan karena keinginan semata”.

Langsung saja aku membeli karcis masuk dan menuju ke tempat bis yang menuju ke kotaku. Dan bismillahirahmaanirrahim, saya berangkat ke kampong halaman. Tak berbeda dengan keadaan di terminal, di dalam bus pun tidak bisa bebas dari asap rokok. Seorang bapak yang sudah cukup berumur memakai kopyah merokok di dekatku. Terpaksa aku menutup hidung untuk mengurangi efek asap rokok yang membuat sesak dadaku itu.

Di Indonesia ini, merokok dimana-mana sepertinya sudah merupakan budaya. Entahlah, karena sebuah kebanggaan atau apa saya kurang mengerti alasan pasti kenapa orang merokok. Saya sendiri kalau sampai saya merokok, saya tidak bisa membayangkan betapa akan marahnya ibu saya. Mungkin ibu akan bilang “lebih baik kamu bantu anak yatim piatu saja daripada buang-buang uang hanya untuk merusak dirimu sendiri”.

Suatu hal yang aneh ketika seorang ada tukang becak mengeluh tentang biaya sekolah anaknya akan tetapi saya melihat dia merokok ketika berbicara masalah itu. Lawong buang-buang duwit saja bisa masak menyekolahkan anaknya saja kok begitu susahnya. Para penduduk miskin begitu tersiksanya akan semakin runyamnya ekonomi negeri kita pun masih tetap selalu memegang rokok ditangannya. Bayangkan saja kalau setiap hari pengeluaran rokok sebeaar 2000 per orang (asumsi mungkin habis antara 2-4 rokok per hari). Maka 30 hari uang yang dihabiskan untuk merokok adalah 60 ribu dan dalam satu tahun adalah 720 ribu.

Mungkin bagi sebagian orang, uang 720 ribu bisa didapatkan kurang dari satu bulan gajinya. Akan tetapi bagi penduduk miskin nilai itu sangat besar. Coba bayangkan kalau para tukang becak, para sopir dan penduduk-penduduk kelas miskin rajin mengumpulan uang tersebut hingga bertahun-tahun dan tidak merokok. Bukan tidak mungkin mereka bisa memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka bahkan hingga kuliah sekalipun (saya mungkin adalah contoh meskipun tidak bisa dikatakan dalam kategori benar-benar miskin, akan tetapi sebagian biaya kuliah saya juga dikumpulkan dengan menabung sedikit demi sedikit. Bahkan ibu rela untuk memakan makanan yang ala kadarnya, beli baju pun masih ditahan-tahan menungu saya lulus).

Dengan modal yang dikumpulkan bertahun-tahun mereka bisa memulai untuk usaha yang lebih baik setidaknya ada usaha sampingan untuk memperbaiki roda ekonominya. Memang benar, kesabaran itu mahal harganya. Saya ingat sekali dulu ketika saya masuk kuliah tidak punya apa-apa. Semester satu saya hanya bisa membeli buku konsep pemrograman itupun dari pasar shopping yang harganya terkenal miring. Selebihnya saya mengandalkan fasilitas kampus. Sedikit demi sedikit saya sisihkan perharinya dan dengan tambahan uang beasiswa saya bisa membeli seperangkat komputer dengan harga 3 juta waktu itu. Begitu senangnya saya akhirnya bisa membeli komputer setelah satu setengah tahun berjuang.

Terlalu banyak mengeluh, inilah mungkin faktor yang membuat orang tidak sadar akan potensi dirinya sendiri. Bahwa dengan ketekunan dia bisa menjadi lebih baik. Pepatah bilang, batu yang keras sekalipun bisa dikalahkan oleh air yang menetes padanya terus menerus.

Semoga para penduduk miskin menyadari kesalahannya dengan langkah awal berhenti merokok untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk memberi kesempatan anak-anak mereka agar bisa mendapatkan modal yang lebih baik menghadapi hari esok.

Selasa, 10 Maret 2009

Jangan pernah menantang kereta yang sedang lewat

Kalau para pembaca mengikuti berita maka akan banyak sekali kejadian-kejadian dimana seseorang yang naik motor ataupun naik mobil tertabrak kereta api. Lho kok bisa ya ?. Masalahnya sih simple, karena sifat “grusa-grusu” sebagian – mungkin besar – para pengendara motor dan mobil di Negara kita. Bayangkan aja lawong sudah ada tulisan dan rambu-rambu dilarang lewat saat kereta melintas eh mikirnya sih lawong jarak keretanya masih 500 meter. Jadi kalau naik motor atau mobil kan butuh waktu beberapa detik saja untuk lewati rel kereta api. Pemikiran yang salah fatal.

Kenapa ? karena dalam jarak jauh, kereta menghasilkan listrik statis yang datang lebih dahulu dibandingkan keretanya. Nah klo kereta sih nggak ngefek sama listrik statis kayak gini Cuma klo mobil ya mati deh mesinnya kena listrik statis. Celakanya orang-orang yang “bandel” melintas begitu sampai di rel langsung mati mesin motor/mobilnya. Jadi satu-satunya cara menyelamatkan diri kayaknya sih ya langsung lari ninggalin motor/mobilnya klo nggak mau tertabrak kereta api.

Jumat, 07 November 2008

Terjebak Angin Puting Beliung

Tiba-tiba hujan begitu deras ditempatku bekerja (rektorat UGM), dan tiba-tiba saja angin puting beliung begitu kerasnya menerpa pas sebelah selatan tempat aku duduk bekerja. Air hujan yang ada di bawah seolah mengalir begitu derasnya. Pohon-pohon pada patah bahkan sebagian lagi rubuh dengan akarnya keluar dari tanah.

Untung sepeda yang kupakai tak taruh diparkiran yang nggak ketuutpan pohon. Jadi aman deh.

Senin, 03 November 2008

Aku bingung dengan PK Amrozi dkk

Terpidana mati bom Bali hingga saat ini belum juga dieksekusi, entah kapan. Pihak keluarga dan pengacarapun masih mengajukan peninjauan kembali (PK) ke kejaksaan bali. Dengan alasan inilah Tim Pembela Muslim (TPM) mengangap bahwa eksekusi amrozi cacat hukum.

Padahal menurut sepengetahuan saya sih TPM sudah mengajukan PK tiga kali (termasuk yang terakhir) dan pada pada Agustus - September tahun lalu MA menyatakan telah menolak PK Amrozi dkk.

Jadi kesimpulan saya sementara ini sebenarnya MA sudah menolak PK (wallahualam sebenarnya sudah sampai ke tpm atau belum). Yang kedua, kan tidak boleh menurut undang2 permintaan PK itu memang cuma sekali sesuai dengan pasal 268 klo nggak salah ya. Sengaja saya garis tebal permintaan PK bukan PK itu sendiri. dengan kata lain jika seseorang mengajukan permintaan PK dan ditolak oleh MA maka secara hukum terpidana tidak bisa mengajukan PK lagi. pada tahap ini setahu saya MA tidak perlu mendatangkan terpidana (lawong baru proses permintaan)

so which one is the right side ?

Yang saya bingung lagi tuh ya, dah jelas di TV-TV (semoga Allah mengampuni saya kalau saya salah) ketika ditanya tentang eksekusinya kan Amrozi dkk bilang negara ini negara dengan sistem kufur bahkan ngancem juga yang yang mengeksekusi bakal masuk neraka jahannam (naudzubillah).

eh malah sekarang mengajukan PK yang kata mereka sendiri termasuk sistem kufur. Saya justru malah balik bertanya ? kalau yakin sistem itu sistem kufur ngapain ngajukan PK ? . Bahkan waktu aku nonton TV pun mereka mengatakan dasar kesalahan mengeksekusi mereka berdasarkan alasan mereka mujtahid dan juga undang-undang (sayang nggak ku rekam).

Karena menggunakan alasan undang2 lebih menguntungkan kah ?. Wallahua'lam. saya tidak bisa menjawabnya

Rabu, 22 Oktober 2008

makhluk itu bernama spam

Mungkin saking banyaknya pengangguran di negeri ini ya kali, sampe-sampe banyak banget yang sempet-sempetnya ngasih pesan 'spam' ke temen-temen mereka. pagi ini aku dapet spam lagi yang bunyinya gini :

"Yahoo akan dimatikan pada tgl 17 November. Mereka ingin memperoleh data messenger yg gratis. klo km melewatkan pesan ini, namamu akan dihapus dr daftar messenger. sudah banyak messenger yang terhapus. klik kanan pada nama contact di list anda, kirim email ini ke seluruh messenger yg ada dalam contact name... ini Anna Rubenecia president Yahoo, memberitahukan bahwa Yahoo telah memiliki anggota lebih dari 2juta. jika kamu ingin tetap memiliki account gratis kirimkan email ini ke siapapu yg ada dalam daftar kontak anda. dengan cara ini "

Padahal setahu aku nih ya, yang presiden Yahoo itu bukannya Susan Decker ?. Nggak tahu aku apa hubungannya Anna Rebenecia sama Susan. Jangan-jangan ?, au ah gelap

Senin, 20 Oktober 2008

I am not stupid

Kalimat dalam judul ini ingin saya tujukan kepada mereka yang begitu relanya menghalalkan berbagai cara hanya untuk mendapatkan apa yang disebut dengan uang. Hal ini terutama yang terjadi di dunia internet akhir-akhir ini.

misalkan saja situs berikut ini http://ribuaninformasi.com/ menawarkan kepada anda hanya dengan bermodal Rp. 30.000,- saja bisa meledakkan bisnis online ada. Website ini menjual script toko online disitusnya. nggak salah sih jualan, cuma klo yang dijual barang gratisan yang harusnya bisa didownload gratis, cuma karena banyak yang tidak tahu trus dijual ;agi sama dia suruh bayar itu mah keterlaluan. toko online yang dijual disini bisa anda dapatkan di http://www.oscommerce.org/ dengan gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun.

di Indonesia begitu banyak modus operandi yang seperti ini ?. apa mereka nggak merasa malu berbuat kayak gitu ya ? padahal kalau mereka sadar bahwa uang itu pemberian Tuhan, menggunakan usaha yang halal ataupun yang haram dapatnya ya seperti apa yang ditetapkan oleh Tuhan. lalu kenapa kita pakai cara yang tidak benar ?


sebuah kenyataan atau kesombongan makhluk bernama manusia ?

Kenapa situs pemerintah lebih mudah di Hack ?

Yah ini mah lagu lama kayaknya ya. Sudah berkali-kali situs pemerintah kita begitu mudahnya di hack. Sungguh ironis memang, sebuah website dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah itu seolah begitu rentannya terhadap serangan.

"Pake Joomla sih", itu kayaknya komentar yang sering muncul. Ya memang benar sih situs-situs pemerintah yang harganya selangit itu memang di kebanyakan dibuat pake open source bernama joomla.

cuma aku sendiri nggak gitu setuju kalau pake joomla pasti gampang di bobol. Menurutku yang payah sih bukan joomlanya, tapi tentu saja penggunanya dalam hal ini yang develop situs-situs pemerintah pake joomla. Klo di luar nagari sono yang kadang saya sampai bisa ketipu tidak tahu kalau suatu website itu ternyata dibuat pake joomla, saking kreatifnya yang develop.

Tapi klo di indonesia, begitu aku buka website langsung saya tahu ooo di buat pake joomla. Pola sama install default, ubah tampilan dikit. jadi deh ....

memang payah baget jadinya klo gitu.

pajak dibobol
data siswa di bobol
data pemiliu di bobol juga kayaknya



moga pemerintah sadar telah menyewa orang yang salah untuk membuat website mereka